Ternate — Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan pentingnya pemerataan layanan publik, khususnya layanan Keimigrasian dan Pemasyarakatan, di wilayah Maluku Utara yang terdiri dari banyak pulau dan masih menghadapi tantangan aksesibilitas.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Tasyakuran Hari Bakti Ke-1 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2025 di LPKA Kelas II Ternate, Kamis.
Sarbin menerangkan bahwa kondisi geografis Maluku Utara mengharuskan pemerintah menghadirkan inovasi Akun Demo agar layanan publik dapat menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
“Kondisi geografis Malut mengharuskan pemerintah terus menghadirkan inovasi pelayanan, terutama bagi masyarakat di wilayah terluar seperti Taliabu, Morotai, juga wilayah selatan Halmahera,” ujarnya.
Ia menyoroti masih adanya masyarakat yang harus menempuh perjalanan laut berjam-jam demi mendapatkan layanan imigrasi dan pemasyarakatan. Gelombang tinggi dan jarak yang jauh kerap menjadi kendala utama.
“Saudara-saudara kita di Taliabu harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mengakses layanan. Ini harus kita jawab dengan kebijakan yang berpihak pada pemerataan,” tambahnya.
Dorong Penambahan Kantor dan Penguatan Kelembagaan
Wagub berharap agar layanan imigrasi tidak terpusat hanya di wilayah tertentu. Penambahan unit layanan serta penguatan kapasitas kelembagaan disebutnya sebagai langkah strategis untuk menjangkau seluruh masyarakat Malut.
Soroti Kasus Kekerasan Anak
Dalam kesempatan tersebut, Sarbin juga menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya kasus kekerasan dan tindakan kriminal yang melibatkan anak-anak di Maluku Utara.
“Anak-anak kita seharusnya mendapat ruang tumbuh yang aman dan bahagia, bukan menjadi korban kekerasan atau terlibat tindak kriminal. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa perlindungan anak merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 28B ayat (2) UUD 1945.
Wagub pun meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah pencegahan, pendampingan, dan penanganan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Dalam isu anak, korban dan pelaku sama-sama memiliki masa depan. Keduanya harus kita pulihkan serta dampingi agar kembali tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Apresiasi untuk Kemenimipas
Sarbin turut memberikan apresiasi atas sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat, terutama dalam mendukung pelayanan publik berkualitas serta penegakan hukum di daerah.
“Kami mengapresiasi seluruh jajaran Imipas, dengan harapan kebersamaan ini terus dijaga untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan menyiapkan masa depan Malut menuju generasi emas 2045,” tuturnya.
Capaian Imipas Selama Satu Tahun
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Imipas Malut, Said Mahdar, memaparkan sejumlah capaian strategis selama satu tahun pasca penggabungan kelembagaan tersebut.
Beberapa capaian utama meliputi:
- Digitalisasi layanan imigrasi seperti e-passport dan e-visa,
- Penguatan pengawasan orang asing melalui kerja sama dengan lembaga hukum dan pemerintah daerah,
- Optimalisasi program pembinaan dan reintegrasi warga binaan,
- Implementasi berbagai program prioritas nasional.
Said juga mengungkapkan bahwa jajaran Imipas telah menerima sejumlah penghargaan dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Penghargaan ini adalah bukti bahwa Imipas berkomitmen menghadirkan pelayanan profesional, humanis, dan berintegritas,” ujarnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah berharap pelayanan publik di sektor imigrasi dan pemasyarakatan terus berkembang dan menjangkau seluruh masyarakat Maluku Utara, termasuk di wilayah-wilayah terluar.
Sumber: https://ausbets.com.au/brisbane-roar-v-sydney-fc-round-2-a-league-tips/










Leave a Reply