Ternate (ANTARA) – Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku untuk wilayah Maluku Utara pada 1 hingga 3 Desember 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, Sakimin, menjelaskan bahwa fenomena tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan signifikan di sebagian besar wilayah provinsi Gelay88. Peringatan ini dikeluarkan menyusul terdeteksinya pola sirkulasi siklonik di wilayah Timur Laut Halmahera, yang memicu belokan angin serta pertemuan massa udara (convergence) di sejumlah daerah.
“Terpantau pola siklonik di wilayah Timur Laut Halmahera yang menyebabkan adanya belokan angin dan pertemuan massa udara. Kondisi ini memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” jelas Sakimin, Senin.
Prakirawan BMKG Sultan Baabullah Ternate, Dhea Widyasista, menambahkan bahwa selain potensi hujan lebat, kondisi perairan di beberapa wilayah Maluku Utara juga berisiko mengalami gelombang tinggi lebih dari 2 meter, terutama di perairan utara.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya nelayan, pengguna jalan, dan warga yang berada di daerah rawan banjir atau longsor. Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna meminimalkan risiko bencana terkait cuaca ekstrem.
Baca Selengkapnya: https://thewomaninblack.com.au/contact










Leave a Reply