Sanksi Tiga Laga Yakob Sayuri Menuai Kontroversi, Suporter Malut United Nilai Komdis BRI Super League Tidak Adil

Sanksi Tiga Laga Yakob Sayuri Menuai Kontroversi, Suporter Malut United Nilai Komdis BRI Super League Tidak Adil

Ternate – Keputusan Komisi Disiplin (Komdis) BRI Super League menjatuhkan sanksi larangan bermain tiga pertandingan kepada pemain Malut United, Yakob Sayuri, menuai protes keras dari kelompok suporter. Ketua Salawaku, Iksan Do Yasin, menilai keputusan itu tidak adil dan tidak mempertimbangkan konteks kejadian secara menyeluruh.

Menurut Iksan, Yakob Sayuri hanyalah korban hasutan dan tindakan rasis dari seorang individu yang tidak beridentitas. “Komdis dalam keputusannya harus menerima yang jelas, jangan hanya sepihak saja. Apalagi ada pihak yang paling dirugikan yakni Yakob Sayuri dan tim Malut United itu sendiri,” ujarnya, Minggu, 7 Desember 2025.

Sanksi tersebut diberlakukan pasca-pertandingan Persita Tangerang kontra Malut United FC pada pekan ke-13 BRI Super League di Stadion Indomilk Arena Tempur, Kabupaten Tangerang, minggu lalu. Insiden bermula ketika seorang individu mengaku wartawan masuk ke area steril yang seharusnya hanya diakses pemain dan ofisial. Individu itu diduga membawa KTP tidak resmi dan memicu ketegangan dengan melontarkan hasutan. Yakob Sayuri berupaya menegur dan meminta individu tersebut keluar, namun terjadi adu cekcok, termasuk kata-kata bernada rasis yang diarahkan kepadanya.

Sekretaris Jenderal Salawaku, Nyong Barakati, menekankan bahwa Yakob menjadi korban utama. “Yakob Sayuri menerima ucapan bernada rasis dari oknum tak beridentitas, perlakuan yang sama sekali tidak boleh terjadi di sepakbola profesional. Yang lebih memalukan, pelaku tindakan rasis tidak mendapatkan sanksi, sementara Yakob dijatuhi hukuman,” katanya.

Kelompok suporter menilai keputusan Komdis merugikan Malut United karena berdampak pada performa tim di tengah persaingan liga. Salawaku berharap Komdis meninjau kembali sanksi secara obyektif dan transparan. Hingga saat ini, Komdis belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik suporter dan dugaan tindakan rasis dalam insiden tersebut.

Situasi ini menempatkan Yakob, pemain timnas yang selalu memberikan totalitas untuk klub dan negara, dalam posisi yang sangat tidak adil, sehingga memicu perdebatan di kalangan pecinta sepakbola Indonesia mengenai penegakan aturan dan keadilan dalam kompetisi profesional.

Baca Selengkapnya: https://taipanxp.com.au/contact-us/